Dua cangkir berisi teh manis hangat masih mengepul di atas meja ruang tamu rumah Aura. Kedua orang tua dan adiknya undur diri dan memberikan waktu kepada dua manusia yang sepertinya memiliki sebuah hubungan yang sulit dijelaskan. Sudah lebih dari lima menit keheningan diantara mereka. Yang berarti sudah lima menit pula Regan menatap Aura yang mengenakan kaos kebesaran dan sebuah celana pendek di atas lutut terlihat menarik di mata Regan. Ia terlihat seperti anak kuliahan dengan wajah tanpa make up-nya. Sedangkan Aura yang dapat merasakan tatapan tajam dari pria dihadapannya memilih untuk menatap cangkir keramik milik Santi. "Aku tidak menyangka kalau kamu akan melarikan diri sejauh ini," kata Regan akhirnya membuka suara. Suara berat milik Regan membuat tubuh Aura bereaksi. Tapi de

