Hanami berlarian kecil menuju pintu utama begitu mendengar suara mesin mobil berhenti di depan halaman rumahnya. Hari sudah sangat larut, hampir setengah satu dini hari, namun perempuan paruh baya itu terpaksa terbangun dari tidurnya ketika Riri- asisten pribadinya berkali-kali menelpon. Perempuan tegas berperawakan tinggi itu memberitahu Hanami bahwa ia sedang dalam perjalanan ke rumah setelah menjemput Fawnia yang pulang seorang diri di bandara Juanda. Hati Hanami langsung berkecamuk hebat begitu mendengar sang menantu kembali secara mendadak dari pulau Bali seorang diri. Apalagi sebelumnya Hanami tau bahwa Irawan dan Fawnia berencana untuk tinggal lebih lama di pulau Dewata itu untuk menghabiskan waktu berdua. Tapi yang terjadi sekarang .... "Astaghfirullah Fawfaw." lirih Hanami begit

