39. Private Party

1907 Kata

Bandar udara Ngurah Rai memang selalu ramai, tak pernah menunjukkan sepinya pengunjung, apalagi ketika menjelang akhir pekan seperti ini. Irawan dan Fawnia tiba di VIP longue bandara sekitar pukul sembilan pagi, dengan dikawal Ghidan di belakang keduanya. Fawnia sengaja melarang Diah untuk ikut serta karena menugaskan asisten pribadinya itu untuk membantu Nanda mempersiapkan salah satu cabang Dimaya salon yang minggu depan akan dibuka. “Mas duduk dulu deh bentar, perut aku kok mendadak kaku ya?” lirih Fawnia mendadak menghentikan langkah dengan kedua telapak tangan menahan perut bagian bawahnya. “Yang.” Spontan saja Irawan menjatuhkan travel bag yang sebelumnya ia jinjing. Dengan wajah pias, pria itu menuntun sang istri untuk duduk di salah satu sofa panjang di area lounge. “Mana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN