36. Sepenuhnya Percaya

1932 Kata

Irawan melongo mendapati kejadian di depan matanya yang begitu nyata. Fawnia yang selama ini dikenal pendiam dan memiliki pengendalian emosi cukup baik, tiba-tiba bisa mengamuk seperti ini. Bahkan istrinya itu tak langsung melepaskan cekalan jemarinya di rambut Anne meskipun mantan kekasihnya itu sudah berkali-kali menjerit kesakitan. Andai Irawan tak segera memeluk Fawnia dari belakang dan meminta bantuan petugas keamanan untuk mengantarkan Anne keluar dari area Casablanca, bisa jadi adegan tadi akan berbalik mencelakai istri dan calon bayi yang tengah dikandung Fawnia. “Jadi Mas Awan lebih belain dia ya?” pekik Fawnia yang masih berada dalam pelukan Irawan, perempuan cantik itu menoleh ke arah suaminya dengan tatapan berkaca-kaca. “Mas nggak belain dia, Yang.” bisik Irawan kini menuntu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN