14

1312 Kata
"Kalian bertiga tunggu orang tua datang ya di pintu gerbang, setelah itu baru keruang BK bersama mereka," ucap Keyra. "Lalu kalian berdua mau ngapain?" tanya Key. "Kami akan keruang BK duluan," jawab Keyra. "Kalian nanti nyusul aja ke ruang BK," ucap Diana. "Oke," ucap Rey. *** Lalu mereka kembali ke ruang BK. "Mana saudara kalian?" tanya bu Erni. "Sebentar lagi katanya mereka akan menyusul, mereka masih mengemasi bukunya," jawab Keyra. "Ya sudah kalau begitu, kamu Keyra dan teman-temanmu tunggu disini saja bersama saya," ucap Bu Erni. "Baik, Bu," jawab Keyra. "Bu berati kita harus menunggu orang tua mereka datang?" tanya Chika. "Iya," jawab Bu Erni. "Bu kalau begitu kami pamit ke kantin beli makanan sebentar dan kami pasti kembali,” ucap Jessie. Kemudian The Queens pergi keluar dari ruang BK. "Hmm … Keyra, Ibu minta maaf ya gak bisa membantu kamu. Kamu tau sendirikan gimana Jessie, karena kalau sampai ibu di-drop out dan tidak segera mendapatkan pekerjaan ibu nanti binggung mau bagaimana menafkahi anak-anak ibu. Karena ibukan single parent, jadi ibu juga harus mencari nafkah untuk anak-anak ibu," ucap Bu Erni dengan nada menyesalnya. "Cih ... kepala sekolah berani memecat staf sekolah,  dasar dari mana itu!" secih Airine. "Ibu tenang aja dan gak usah merasa bersalah begitu sama kami. Kami gak masalah kok dan lagian orang tua kami pasti gak akan memarahi kami dan seharusnya kami berterima kasih kepada ibu. Karena ibu gak memaksa untuk memanggil orang tua Alice," ucap Keyra. "Hmm … memang benar kata Pak Juno dan Pak Hari yang mendampingi kelasmu saat ospek dan mengatakan bahwa kamu murid yang sangat sopan dan baik," ucap bu Erni. "Tenang aja, Bu masalah ini pasti akan selesai kok bu dan hari ini dengan mengataskan kejadian ini saya jamin ibu pasti bisa menghukum Jessie dkk-nya. Dan kemudian Jessie dkk-nya berserta orang tuanya gak akan bisa berkutik, Bu, kami bisa jamin itu. Tenang aja, Bu sama kami mah semuanya jadi santai. Dan ibu gak usah merasa bersalah kepada kami, karena kami memahami kondisi ibu," ucap Keyra. "Terima kasih dan saya juga minta maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian," ucap Bu Erni. tok... tok... "Silahkan masuk!" ucap Bu Erni. "Pak David, Bu Emily , Reynan, Key, dan Vanno ada apa kemari?" tanya bu Erni "Ah gak papa. Kami cuma ada keperluan disini dan kami bisa duduk dulu aja, Bu Erni bisa menyambut tamu yang lain dulu aja," ucap Emily. "Baik, Bu Emily, silahkan duduk dulu aja. Dan maaf bapak-bapak dan ibu-ibu ini pasti orang tua dari beberapa diantara mereka berempat," ucap bu Erni. "Iya benar, Bu," ucap Alex. "Kalau begitu bapak-bapak dan ibu-ibu bisa masuk dan duduk dulu, mungkin sambil menunggu Jessie dan teman-temannya kita bisa berbincang-bincang terlabih dahulu. Mungkin kita bisa berkenalan nama bapak-bapak dan ibu-ibu ini serta mengetahui orang tua dari siapa," ucap Bu Erni. Setelah mereka masuk dan terjadilah perbincangan kecil diantara mereka. Ya, sebatas berkenalan mungkin. "Saya Meliana dan ini suami saya, Alex, kami adalah orang tua dari Airine," ucap Meliana sambil bersalaman dengan guru tersebut dan kemudian bergantian Alex yang bersalaman dengan guru tersebut. "Dan saya Raisa dan ini suami saya, James, kami adalah orang tua dari Diana," ucap Raisa sambil bersalaman dengan guru tersebut dan kemudian gantian James yang bersalaman dengan guru tersebut. "Nah gimana apakah orang tua dari anak-anak gak guna itu sudah datang?" tanya Kelly yang tiba-tiba masuk bersama gengnya. "Eh, kok ada my baby Reynan disini," ucap Kelly yang tak dianggap oleh Reynan. "Iya kok disini juga ada my honey, my honey Vanno ngapain di juga disini?" tanya Kimberly yang hanya didiamkan sama Vanno. "Aduh … duh … kok kuping aku dijewer, kan sakit!" ucap Reynan. "Aduh … kok aku juga di ikutan dijewer sih?" ujar Vanno. "Oke kita lepasin," seketika jeweran ditelinga mereka berdua dilepaskan. "Ih om-om itu siapa ya kok berani-berani menjewer telinga mereka berdua. Om-om dan tante-tante inikan cuma orang tua dari anak-anak gak guna ini?" ucap Kelly yang kemudian mendapatkan plototan mata tajam dari Reynan dan Vanno. "Kenapa mata kalian berdua melotot kayak gitu sih?" tanya Chika. "Sekarang jelas kepada kami para orang tua disini Reynan dan Vanno!" sela Raisa yang gak terima, karena merasa anaknya dipermainkan. "Dan seperti biasa kami tidak membutuhkan penjelasan panjang lebar, hanya jawab ya dan tidak," sambung James. "Apakah kalian berdua beneran pacaran dengan kedua gadis itu?" tanya David. "Gak!" jawab mereka berdua. "Apakah jawaban kalian dapat dipertanggung jawabkan?" tanya James. "Ya!" jawab mereka bedua. "Baik, kalau begitu kami percaya. Tapia was saja kalau ketahuan, gak usah pulang ke rumah kamu, Rey!" ucap David. "Iyalah, siapa juga yang mau pacaran sama pembuat onar dan orang gak punya sopan santun seperti mereka," gumam Reynan. "Papa masih bisa mendengar loh Rey. Dan kamu sudah papa beri tau bahwa bergumam sendiri saat berbicara dengan orang lain itu tidak sopan," ucap David. "Ma-" ucap Reynan. "Oh My God, mereka itu orang tua dari Reynan dan Vanno!" ucap Kelly. "Kalian tidak bisakah jangan menyela saat orang lain sedang berbicara!" bentak Reynan dan Vanno bersamaan. "Sudah, mari kita fokus ke masalah awal," ucap Bu Erni "Oh ya maaf, tadi saya sempat mengabaikan pak David dan bu Emily. Gimana kalau bapak dan ibu memberi taukan tujuannya kesini dan kita selesaikan lebih dulu. Agar tidak terganggu karena keributan disini," ucap bu Erni. "Ya sudah langsung ke pokok permasalahannya saja," ucap David. "Kami ke sini karena diberi tau dengan anak kami bahwa kami dipanggil untuk ke ruang BK," ucap Emily. "Maaf, tapi anak bapak dan ibu tidak ada masalah," ucap bu Erni. "Oh itu maaf bu kami melupakan bahwa satu-satunya anak perempuan kami menyembunyikan identitas aslinya," ucap Emily. "Kalau begitu bisa saya tau siapa nama anak ibu?" Tanya Bu Erni. "Namanya Keyra Adriana Housten, kelas X - A dan sekarang sedang ada di ruang ini untuk menyelesaikan kasus yang baru saja dibuatnya. Sehingga kami dipanggil kemari," ucap Emily. "Maaf saya tidak tau Keyra anak bapak dan ibu," ucap Bu Erni. "Tidak masalah," ucap David. "Jadi begini ada rahasia lagi di permainan yang dibuat Keyra, Airine, dan Diana. Jadi sisanya biarkan Airine dan Diana menjelaskan rahasia yang mereka buat," ucap Emily. "Jadi saya adalah adik dari kak Vanno. Jadi kalau ibu mau tanya apakah saya dan kedua orang yang baru saja mengenalkan diri sebagai papa dan mama saya adalah bagian dari keluarga Atmaja itu benar. Nama lengkapku aslinya adalah Rosdiana Hena Atmaja," ucap Diana. "Oke terlalu banyak kejutan hari ini. Apakah masih ada kejutan lagi setelah ini?" Tanya bu Erni. "Masih ada bu dan ini adalah yang terakhir bu. Hehehe, saya juga merupakan salah satu cicit pendiri sekolah ini bu. Yang seharusnya nama belakangku ada Housten-nya dan ya memang nama belakangku ada Housten-nya. Perkenalkan aku adalah Airine Housten," ujar Airine. "Karena kita sudah membuka semua rahasia yang ada langsung aja kita ke topic permasalahannya,” ucap David. "Jadi begini pak, bu tadi Keyra dan teman-temannya dengan Jessie dan teman-temannya perang tepung. Sehingga mereka berakhir dengan masuk keruang BK," Jelas bu Erni. "O bagus itu!" balas David. "Kok bagus, Pak?" tanya Bu Erni. "Ibu masih ingatkan kejadian di malam acara pesta dan kalau ibu ingin tau itu bukan yang pertama kalinya. Dan itu berarti kejadian hari ini bukan kedua kalinya," ucap David. "Bisa tolong bapak lebih perjelas maksudnhya?" tanya bu Erni. "Jadi begini sebelum kejadian malam itu, siangnya Keyra pulang dengan badan penuh tepung, telur, dan berbagai macam saus. Lalu mereka malamnya berulah lagi, saya dan para orang tua yang berada disini sudah geram ingin mengeluarkan mereka. Tapi anak-anak kami tidak memperbolehkannya, apa lagi yang bisa kami buat? Kami hanya bisa mengikutinya, karena kami menyayangi anak-anak kami. Tetapi kejadian seperti ini terulang lagi hari ini dan detik ini juga kami meminta agar mereka berempat dikeluarkan dari sekolah ini. Sekian dan terima kasih, selamat siang dan kami pamit pulang," ucap David. "Iya pak, bu silahkan dan anak-anak kalian bisa kembali kekelas masing-masing," ucap Bu Erni. "Permisi bu dan terima kasih," ucap Keyra lalu mereka semua keluar dari ruang BK. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN