8

1417 Kata
"Boys kalian gak berangkat?" tanya Emily. "Sebentar lagi aja, Ma," ucap Key. "Kalau kamu mengakatakan berangkatnya sebentar lagi, mama pastikan kalian sampai sana mungkin sudah masuk acara dinnernya," ucap Emily. "Memangnya sekarang jam berapa tante?" tanya Jasen "Sekarang jam 18:00 boys," ucap Emily. "Ayo kita berangkat sekarang," ucap Rey panik. "Baiklah," ucap Jimmy. "Kalian mengekor di belakangnya om sama tante aja ya seperti Keyra, Airine, dan Diana," ucap Emily. "Baik, Ma." "Baik, Tan," ucap mereka bersamaan. *** "Oh ya, papa sama mama ingin kamu jujur tentang identitasmu, gimana Keyra?" tanya David. "Nanti di lihat aja, Pa, Ma," ucap Keyra. "Pasrah papa dengankau, percuma di paksa pun kamu takkan mau. Ya udah, ayo kita berangkat sekarang kids," ucap David. "Ayo," ucap mereka. Kemudian mereka langsung jalan dengan mobil lamborghini masing-masing, menggunakan 10 mobil. Mereka sampai jam 18:25 dan langsung memarkirkan mobil. David dan Emily langsung menuju kursi tamu undangan, sementara anak-anak yang lain menuju ke ruang yang disediakan khusus untuk yang tampil pada acara itu. *** Setelah lama menunggu akhirnya giliran merekapun di panggil. "Mari kita saksikan penampilan The Kobaru, yang diketua'i Reynan dan memiliki 8 anggota," ucap sang MC. Kemudian mereka satu grup langsung naik ke atas panggung dan di sambut dengan tepuk tangan yang meriah. Setelah selesai tampil mereka turun ke belakang panggung Keyra, Diana, dan Airine ijin ke toilet untuk membenarkan make up mereka yang luntur karena keringat. Di toilet  Betapa tidak terkejutnya kami bahwa didalam toilet The Queens telah menunggu kami. Sebetulnya yang membuat kami terkejut adalah mereka tiba-tiba mengunci pintu dan menyiram kami. Byur... "Mau kalian itu apa sih?" tanya Keyra. "Mau Kami kalian itu jauh-jauh dari Reynan dkk," ucap Kelly. "Kalau kami gak mau apa yang mau kalian lakukan hah?" tanya Diana. "Tentu saja kami akan memberikan pelajaran kepada kalian yang lebih parah dari ini," ucap Jessie. "Ya sudah, kalau begitu akan kami tunggu pelajaran yang kalian katakan lebih parah itu," ucap Diana. "Kalian itu benar-benar-" ucap Chika. "Iya kami benar-benar punya nyali yang besar, jadi kenapa?" selaku. "Bawa mereka ke gudang belakang dan ikat mereka," ucap Kimberly. Gudang belakang "Eh, kalian mau ngapain?" tanya Keyra. "Iya, kalian mau ngapain pakai acara mengikat kita segala ?" Tanya Diana. "Lepasin kita woi nenek lampir." ujar Airine. "Kalian bisu apa dari tadi cuma tertawa gak jelas," bentak Keyra. "Kalian mau taukan kita mau apa?" ucap Jessie. "Kami tuh cuma mau merias kalian," ucap Kelly. "Kami gak mau dirias sama kalian, mendingan cepat lepasin ikatan ini," ucap Keyra. "Sepertinya kita  bisa mulai dari yang ini deh, lihatlah dia yang punya nyali yang paling besar," ucap Jessie. "Guys berikan kepadaku piloknya, aku akan memwarnai rambutnya terlebih dahulu. Hmm ... siapa ini namanya? Kalau gak salah Keyra, yah Keyra. Lalu setelah aku memwarnai rambutnya kalian bisa rias mukanya pakai lipstik dan aku akan memwarnai rambut yang lainnya dan kalian juga akan merias mukanya yang lain menggunakan lipstik," Ucap Jessie. Sekitar 20 menit kemudian mereka telah selesai melakukan kegiatannya dan kemudian mereka menutup muka ketiganya menggunakan tas kain hitam dan membawanya kebelakang panggung acara. Setiap orang memegangi satu, kecuali Jessie tidak memengang siapapun. *** Sesampainya di belakang panggung Jessie langsung naik ke atas panggung dan mengambil mic dari sang mc saat sang mc mau membacakan acara selanjutnya. "Hmm ... sebelumnya saya meminta maaf karena telah menganggu jalannya acara. Tapi saya mempunyai sedikit pertunjukkan untuk menjadi hiburan bagi kalian semua," ucap Jessie kemudian menjetikan jarinya. Kemudian naiklah keenam orang tersebut keatas panggung. "Ini dia pertujukkan yang saya maksud. Kalian tau ini akibat dari yang berani melawan The Queens," ucap Jessie. "Kita buka pada hitungan yang ketiga oke," ucap Jessie. "satu - dua - tiga," Hitung Jessie dan seketika mereka serempak membuka kain hitam yang menutupi wajah ketiga gadis itu. Dan ketiga gadis tersebut setelah dibuka kain hitam yang menutupi wajahnya dan berhasil lepas dari cekraman langsung berlari ke arah parkiran sambil menangis. Bayangkan bagaimana mereka tidak menanggis apabila melihat ibu mereka, karena secara tidak langsung kelakuan yang dilakukan oleh The Queens menyakiti hati orang tua para gadis tersebut. Bagaimana tidak sedih para orang tua ketiga gadis itu kalau melihat anaknya di berlakukan seperti itu. Para gadis itu berpikir asalkan mereka yang di sakiti tidak ada masalah, tetapi jangan pernah menyakiti orang-orang yang mereka sayang. "Apa-apaan ini?" ucap papanya Keyra. "Apakah sekolah ini tak mendidik muridnya dengan baik?" ucap papanya Diana. "Benar-benar keterlaluan!" ucap papanya Airine. Para ayah dari ketiga anak gadis itu sibuk mengucapkan makian sementara itu para ibu menangis sambil menutup mulut. Karena tidak menyangka ada akan ada kejadian seperti itu dan mereka (3 pasang orang tua tersebut) langsung pulang meninggalkan acara. Berserta anak-anaknya (Rey, Vanno, dan Key). "Kami sebagai ketua osis dan ketua koordinator acara ini meminta maaf atas kelalaian kami dan anggota kami, sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan ini. Sekian dan terima kasih, selamat melanjutkan acara," ucap Jasen yang di dampingi Kelvin. Kemudian acara dilanjutkan sementara orang-orang yang sudah pulang itu berkumpul dikediaman keluarga Housten. "Sudah cukup permainan yang kalian bertiga buat," ucap David. "Iya, papa juga setuju sama David. Besok lusa saat kalian kembali ke sekolah harus sudah mengungkapkan identitas kalian," ucap James - papanya Diana. "Iya, saya juga setuju. Sementara itu besok kalian bertiga tidak akan masuk sekolah. Tapi kalian akan berada disalon, tanpa penolakkan. Kalian harus menghilangkan warna rambut itu besok juga, kalau tidak rambut kalian bisa rusak," ucap Meliana - mama Airine. "Tapi pa, ma, om, tante nanti kami ketinggalan pelajaran," ucap Keyra. "Kalian tidak sebodoh itu, sekarang kalian jawab pertanyaan yang kami berikan. Jawabannya hanya ya dan tidak," tegas Alex - papa Airine. "Apakah rambut kalian diwarna menggunakan cat khusus rambut?" tanya Meliana. "Tidak," ucap mereka bertiga. "Apakah kalian mau rambut kalian rusak?" tanya Raisa - mamanya Diana. "Gak," jawab mereka bertiga. "Kalau begitu rambut kalian diwarna menggunakan apa?" tanya Emily. "Pilok," jawab mereka. "Ini benar-benar keterlaluan, kalian berdu besok tante dan Airine tunggu di salon punya tante jam 10:00," ucap Meliana. "Iya, Tan," jawab Keyra dan Diana. "Dan aku akan mengeluarkan keempat anak itu. Apa kalian tau siapa saja nama mereka?" ucap David. "Gak tau," ucap mereka bertiga. "Mereka itu Jessie (anak XI - IPS 1), Kelly (anak XI - IPA 3), Kimberly (anak XI - IPS 1), dan Chika (anak XI - IPA 3)," ucap Vanno. "Pa, tolong jangan keluarin mereka. Nanti identitas asli kita bertiga bisa ke bongkar" ,ucap Keyra. "Kalau kamu gak mau mereka berempat dikeluarkan maka kalian harus mengikuti syarat yang kami ajukan," ucap Alex. "Oke, apa syarat kalian?" tanya Diana. "Syaratnya agar kami tenang maka kami menginginkan agar ada yang menjaga kalian. Maka kalian harus menerima perjodohan yang kami buat, karena kami berempat dari dulu sampai sekarang bersahabat dan kami ingin menjodohkan kalian," jelas Alex. "Kok berempat bukannya cuma bertiga yang ada di sini?" tanya Diana. "Satunya lagi sama Michael, papanya Jasen," ucap Alex. "Jadi bagaimana? kami tunggu jawaban kalian besok diacara pesta perusahaan Housten corp yang akan diadakan besok," ucap David. "Tapi pa ini bukan jamannya Siti Nurbaya masih pakai perjodohan-pejodohan kaya gini," ucap Keyra. "Yah itu terserah kalian. Pilihannya hanya dua perjodohan atau identitas asli kalian terbongkar," ucap David. "Kalau begitu bolehkah kami tau siapa yang mau kalian jodohkan dengan kami?" tanya Diana. "Diana kamu dengan Reynan atau Key terserahmu kamu boleh memilih," ucap Alex. "Maaf om sebelumny,  tapi Key belum siap untuk mempunyai tanggung jawab," ujar Key. "Tidak masalah, kalau begitu Diana kamu pasti dengan Reynan," ucap Alex. "Akan aku pikirkan dulu, Pa," balas Diana sementara Reynan hanya cuek saja. "Kalau aku bagaimana?" tanya Airine. "Kamu sama Vanno," ucap Kevin - papanya. "Apa? Aku sama Kak Vanno gimana mungkin, aku aja jarang ngomong sama Kak Vanno!" protes Airine. "Ya kita tinggal ngomong lebih banyak, gitu aja kok repot," ucap Vanno dengan santai. "Ngomong aja kalau lo memang suka sama gue dan berharap jadi tunangan gue?" ucap Airine dengan sombong. "Memang," Jawab Vanno. "Tapi gue gak suka sama lo," ucap Airine spotan karena shock dengan jawaban Vanno. "Yah nanti gue buat lo suka, bukan buat lo cinta sama gue," ucap Vanno. "Terserah lo lah, kepala gue pusing," ucap Airine. "Dan yang terakhir kamu Keyra sama Jasen," ucap David. "Ya, terserah nanti aku akan merundingkannya dengan Diana dan Airine dulu," ucap Keyra pasrah. "Oke, kalau begitu kami pamit pulang dulu ya," ucap Alex. "Hati-hati," balas David. "Kami juga ikut pamit pulang," ucap Kevin. "Hati-hati," balas David. "Kalau begitu pa, ma kami bertiga pamit kekamar mau tidur," ucap Keyra. "Ya, tidurlah yang nyenyak kids," ucap Emily. "Dan pikirkan itu baik-baik Keyra," ucap David. Lalu mereka segera kekmar masing-masing berganti baju dan langsung tidur. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN