"Kamu tenang aja Key, aku pasti tidak akan menyakitinya. Ehm … aku mau lihat cincin ke toko yang ada di sana. Apakah kalian mau ikut?" tanya Jasen sambil menunjuk toko yang dimaksud. "Ehm, kita kesana bareng-bareng aja," ucap Key. Merekapun berjalan menuju toko perhiasan tersebut. Setelah sampai disana Jasen langsung menanyakan semua yang ingin ditanyakannya. "Ehm, mbak cincin ini itu model terbaru ya?" tanya Jasen. "Iya, Mas, kebetulan baru aja datang hari ini," jawab sang pegawai yang bernama Rita. "Datangnya tadi pagi?" tanya Jasen. "Enggak sih mas, baru sekitar sejam yang lalu," jawab Rita. "Kalau boleh tau cincin ini itu yang didesain oleh perusahaan Wijaya benar gak?" tanya Jasen. "Iya, betul, Mas," jawab Rita. "Tapi kenapa saya belum melihat cincin ini ditoko lainnya?" tany

