Zidan masih tetap menatapnya dari kejauhan. Shania pun juga melakukan hal yang sama. Entah perasaan apa ini, tapi ia ingin berlari ke arah Zidan dan menjelaskan semuanya. Ketika Bara sadar Shania masih terdiam di sana, laki-laki itu mencari apa yang sedang gadis itu lihat sampai ia menemukannya. Apa Shania menyukai Zidan? Itulah pertanyaan yang sedang Bara pikirkan sekarang. "Shan." panggilnya pelan. "Bentar, Bar." jawabnya cepat tanpa megalihkan pandangan dari arah Zidan. Laki-laki itu juga masih menatapnya. Beberapa detik kemudian ia pergi dari tempatnya. Shania diam sesaat lalu menoleh ke arah Bara. "Anterin gue pulang." ×× "Gue tadi kenapa?" Shania menelungkupkan kepalanya ke dalam lipatan tangannya seraya bertanya-tanya apa yang telah ia lakukan tadi. Bertatapan selama itu dari

