****************** "Wow suamimu benar-benar luar biasa. Dia tampak kesal ketika melihatmu berdansa denganku, tapi saat kekasihnya terkena masalah dia tanpa ragu meninggalkanmu bahkan tak memikirkan bahwa ada orang tuanya di sekitar kalian." Bastian menyeringai pada Ziyan yang tak menatapnya. "Kau tahu? Suamimu itu tak henti-hentinya membuatku kagum Ziyan." "Diamlah, Bastian." Bentak Ziyan yang kembali menyesap minumannya. Dia mendelik sekilas namun Bastian justru senang melihat reaksi wanita di sebelahnya ini. Tatapan Bastian bertambah semakin lekat. Banyak emosi yang disembunyikan di sana namun tak mampu terbaca. "Aku punya ide." Bastian menunduk dan mendekatkan wajahnya pada Ziyan. "Daripada pusing memikirkan kelakuan suamimu yang b***t itu, bagaimana kalau... kau menghabiskan malam

