“Assalamu’alaikum.” “Wa’alaikumsalam,” ucap Amierra berjalan membuka pintu rumahnya. “Hai Amier!” teriak wanita itu langsung memeluk Amierra. “Ngapain loe ke sini, Millo? Gue kagak nerima tamu,” ucap Amierra sedikit ketus. “Cie yang ngambek gak ketemu gue seharian kemarin,” kekeh Milla nyelonong masuk. “Dasar gadis gak sopan!” ucap Amierra tetapi Mila cuek saja, dia sudah terlalu sadar dan hapal sifat sahabat satu-satunya itu. “Assalamu’alaikum Bu Kapten!” ucapan seseorang membuat Amierra kembali menoleh ke ambang pintu. Seorang pria dewasa berperawakan tinggi, ramping tetapi tubuhnya terlihat berotot, tampak dari jaket kulit yang ia gunakan. Wajahnya begitu familiar buat Amierra mengernyitkan dahinya tetapi

