Jam menunjukkan pukul 7 dan Rena telah sampai di kantornya padahal jam yang di janjikan baru jam 8 pagi. Rena tak ingin telat di hari pertama kerja. Dan tanpa Rena duga Allan juga telah sampai di kantornya dan menatap Rena dari balik jendela kaca ruangannya.
“ kau sudah datang?” ucap Allan saat jam menunjukkan pukul 8.
“ iya, tuan.” jawab Rena berdiri tegak.
“ masuk- lah, aku sendiri yang akan mengajarimu apa yang harus kamu pelajari, harus diingat aku ini orang yang kompeten dan sedikit perfeksionis, aku tidak menerima kesalahan sedikitpun paham?” ucap Allan.
“ baik tuan.” jawab Rena sambil menunduk hormat, mensjajari langkah Allan masuk ke ruangan Allan. Setelah mengajari beberapa hal dan membicarakan berapa gaji yang diinginkan, Rena mulai aktif bekerja. Dan kembali ke meja- nya.
‘ aku benar- benar tak menyangka jika wanita ini adalah gadis yang cuppu dulu, padahal sepertinya dulu dia ini tipe yang pendiam, tapi aku lihat sekarang dia menjadi pribadi yang ramah.’ bantin Allan melihat Rena menyapa orang- orang yang telah datang. Seingatnya dia juga gadis yang kikuk, tapi Rena yang ada di hadapannya sangat lihai dalam menangani document. Bahkan terlihat ia sangat pandai dalam menggunakan computer dan ide- ide yang ia sebutkan sangat segar.
“ Rena?” sapa salah satu karyawan pria, melihatnya entah mengapa Allan tidak menyukainya.
“ iya?” Rena menyapa Ardian ramah.
“ aku buatkan coffee, sebagai anak baru kau cepat memahami pekerjaanmu, ya.” ucap Ardian tampak wajahnya bersemu merah, Allan yakin jika karyawannya ini menyukai Rena.
“ bagaimana jika nanti kita makan siang ba…,” baru mau Ardian mengajak makan siang, Allan memanggil Rena.
“ Rena!” ucap Allan dengan nada gusar entah mengapa.
“ ya, tuan?” ucap Rena masuk keruang kerja Allan.
“ mulai besok kamu satu ruangan denganku hanya saja di batasi sekat. Aku akan minta mejamu dan barangmu di pindahkan kesini.” ucap Allan tiba- tiba.
“ baik tuan.” ucap Rena yang bingung namun di hari pertama kerja ia tak ingin membantah Allan yang sudah tampak menahan kesal.
“ jika tidak ada yang di butuhkan lagi saya kembali bekerja.” ucap Rena munundukkan kepala hormat.
“ Rena.” ucap Allan setelah menimbang.
“ ya?” Rena membalikkan badan menghadap Allan lagi.
“ apa kau pernah mengenalku sebelumnya?”
Rena menggeleng.
“ saya baru bertemu dengan anda kemarin saat interview.”
“ apa kau tidak pernah melihatku dari televisi?” ucap Allan mulai melantur.
“ saya tidak begitu mengikuti berita entertaiment.”
“ kalau begitu mulai besok kau juga harus menonton berita entertaiment, karena pekerjaan kita nanti akan sering bertemu artis, pejabat, para orang kaya dan pengusaha tingkat atas.” Allan menjelaskan.
“ ba.., baik.” jawan Rena gugup. Satu- satunya yang tak ia sukai adalah menonton berita tentang infotaiment, ia bahkan tak tahu gosip tentang artis yang sedang hangat sekarang.
“ satu lagi.”
“ ya, Tuan?”
“ siang nanti temani saya makan siang di resto XX.” ucap Allan saat melihat ini sudah hampir jam makan siang dan mengingat janji makan yang tadi diajukan Adrian tadi.
“ ap? Kenapa? Tugas saya hanya menemani anda saat bisnis saja.” pertanyaan akhirnya keluar dari mulut Rena.
“ apa kamu mau menolak tawaran saya?” tanya Allan akhirnya. Rena menggeleng.
“ tidak tuan. Ta.., tapi..” ucap Rena ragu.
“ apa lagi? Kamu mau di hari pertama kamu bekerja, gaji kamu saya potong karena menolak ajakan saya?” geram Allan.
“ saya bukannya mau menolak tapi saya memiliki pantangan makanan dan makanan utama resto XX sangat saya hindari.” ucap Rena akhirnya setelah menimbang. Allan melihat lagi berkas data diri Rena.
“ Allergic? “ ucap Allan setelah membaca bidata diri Rena.
“ I.., iya.” ucap Rena ragu.
“ baiklah, maafkan aku sudah memaksamu, kau mau makan apa?” ucap Allan melembut.
“ saya? Kenapa?” ucap Rena bingung karena bos- nya ini mau mengikuti selera Rena.
“ kau seketaris baru ada baiknya aku bisa memahami seketaris- ku untuk memudahkanmu membantuku bekerja. Jika nanti kau menemaniku menjamu para klien penting.” ucap Allan akhirnya.
“ ta.., tapi.” ucap Rena tidak enak.
“ kau mau buat aku menunggu?”
“ saya suka apapun tuan, kecuali pantangan saya, saya suka makanan berbau asin, telur dan keju.”
“ kau tidak suka daging?”
“ suka, tapi saya harus mengganti protein yang tidak bisa saya dapat dari protein seafood dengan mengosumsi keju dan telur.” ucap Rena akhirnya.
“ kasihan, padahal seafood itu sangat enak.” ucap Allan berniat menggoda.
“ saya dulu sebenarnya juga bisa makan seafood tuan.”
“ benarkah?” ucap Allan tak menyangka.
“ iya,saya mulai terkena allergic ketika saya dewasa, suatu hari saya makan seafood bareng keluarga, disaat yang lain sedang makan bersama saya mulai merasa gatal di sekujur tubuh, pulang- pulang badan saya memerah semua, dan saya mulai sesak nafas.” niat menggoda hilang saat mendengar Allergic Rena yang ternyata cukup berbahaya.
“ maafkan aku sudah mengungkit masa lalu, kembalilah bekerja, jika sudah waktunya makan aku akan keluar.” ucap Allan yang akhirnya di angguki Rena dan wanita itu mulai keluar sebelum akhirnya menutup pintu ruangan Allan dengan pelan.
‘ kenapa aku harus peduli pada gadis itu? Padahal niatku hanya mengancamnya.’ ucap Allan menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya.