Aaron terperangah melihat sosok pria yang berdiri di depan pintu. Pria yang sudah lama tak ia temui. Kakak satu-satunya yang ia rindukan. "Darren?" Sekali lagi Aaron menyebut nama Darren. Darren membuka lebar kedua lengannya. "Kau tak ingin memelukku, Adikku?" Senyum Darren mengembang tapi air matanya mengembang melihat Aaron juga merasakan hal yang sama. "Tentu saja." Aaron mendekap erat Darren dan menangis. "Kau kemana saja? 10 tahun kau pergi. Dan aku sudah mencarimu ke Thailand tapi tak berhasil menemukanmu. Aku merindukanmu, Darren." Mendengar isak tangis Aaron, membuat Darren menepuk punggung Aaron. "Aku sudah kembali, Aaron." Darren melepaskan pelukan lalu menepuk pelan bahu Aaron dan mencoba tersenyum. "Kau tak memintaku untuk masuk kedalam?" Mencoba bergurau. Aaron tertawa ke

