Sebuah keluarga kecil terlihat bahagia menikmati udara pagi di sebuah taman yang dekat dengan vila bergaya klasik itu. Udara di sana sangat sejuk karena tempat yang terletak di kaki gunung. Sesekali sang ayah bercanda membuat putrinya merajuk karena selai kesukaannya diambil. Yang ada hanya tawa dan kebahagiaan. Sang ibu pun dengan sabar membujuk anaknya supaya tidak marah kepada ayahnya. Ia bilang akan mengganti selai anak itu lebih banyak daripada yang diambil ayahnya. Mereka seperti kumpulan bintang yang terang, membuat nyaman orang yang melihatnya. “Rena sayang Papa nggak?” Hendra menggendong Rena yang lari karena sedang menghindarinya. “Lena sayang Papa, tapi Papa jahat ambil selai Lena,” jawab Rena kecil, lidahnya masih sulit menguc

