“Adrian…” Cengkraman itu semakin kuat, menarik Adrian dalam kenikmatan yang membuatnya menghentak dengan keras. “Adrian.. Ah..” Alunan desah di telinga kian membuatnya menggila, mengejar, mencari kenikmatan bersama. Kania menancapkan kukunya di punggung Adrian, meninggalkan bekas merah sebagai bukti bahwa lelaki itu berhasil membuatnya sampai pada titik kenikmatan. Ciuman panas menjadi pelampiasan untuk gelombang cinta yang menghantam keras, mengalirkan hangat memenuhi diri Kanai. Keduanya terkulai lemas, sejenak terdiam dalam posisi saling memeluk, dalam penyatuan yang belum dilepas. Nafas memburu, keringat bercucuran. Sensasi luar biasa yang tidak pernah membuat bosan, justru semakin menyenangkan untuk dilakukan berulang kali. Memang bukan pengantin baru, tapi tidak ada yang be
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


