"Jangan terlalu membawa banyak barang, nanti kita akan belanja di sana," ucap Davin sambil duduk santai, sambil memeriksa pekerjaan lewat laptop juga sesekali memperhatikan istrinya yang sedang packing. "Iya, Mas." Shanaya packing sambil melamun. Jujur saja, omongan para ibu-ibu sosialita di toko Parfum tadi masih cukup mengganggu pikirannya. 'Bicarain jangan ya? Kalo aku bahas, takutnya menyinggung perasaan Mas Davin. Tapi harusnya aku mengingatkan agar Mas Davin tidak melakukan cara-cara seperti ini untuk meraih sesuatu yang diinginkan.' Shanaya begitu asyik melamun sampai ia tak sadar kalau sepasang mata sedang mengawasi. "Selesai packing, jangan melamun! Mendekat lah! Layani suamimu ini, sayang!" seru Davin, baru lah Shanaya tersadar. "Oh. Iya, Mas. Maaf, aku malah melamun." Shana

