Fakta-Fakta Baru

1296 Kata

Padahal Reiner sangat ingin. Entah apa yang dia tunggu sampai ia rela membiarkan kue pancong itu terlanjur dingin. 'Lama banget pada di sini, gue kan mau nyicip juga?' batin Reiner dan sesekali matanya memicing pada kue pancong itu. "Bentar lagi Magrib, kita masuk sekarang, Mas?" ajak Shanaya. "Iya, Sayang." Davin setuju. "Rein, kamu nggak mau cicip kuenya?" tanya Shanaya pada Reiner. Reiner tidak menjawab iya padahal dalam hati ia ingin tapi gengsi telah menguasai dirinya. 'Ya iya mau! Tapi nunggu kalian pergi dulu! Yaelaa nggak ada pengertian banget kalian!' gerutunya di dalam hati. "Ya udah kalo nggak mau, saya bawa lagi ya." Shanaya malah membawa lagi kue itu karena tak ingin kuenya menjadi mubajir. 'Lah? Malah dibawa? Kan mau gue cicip?' Gestur Reiner sedikit resah, tersiksa ol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN