Bertemu Mantan

1821 Kata

“Bang, aku mau ketemuan sama Intan sebentar.” “Jam berapa?” “Sekarang.” “Diantar supir aja. Tunggu aku kirim supir dari kantor.” “Gak usah, Bang. Aku naik taksi aja. Kalau tunggu supir kelamaan.” Agak lama Indah menatap ponselnya. Chat terakhirnya sudah terkirim dan juga sudah Nathan baca tapi belum dibalas. “Ck, jangan bilang dia mau ngelarang aku pergi. Ini kan urusan aku, bukan urusan dia. Kalau bukan karena kontrak itu aku juga gak mau pake ijin-ijin kayak gini. Kayak anak kecil. Kayak nikahnya beneran aja!” Indah terus mengomel karena chatnya belum juga dibalas Nathan padahal sepuluh menit sudah berlalu. Di kontrak memang mengatakan bila mereka tidak boleh mencampuri urusan masing-masing, tapi baik Nathan maupun Indah harus mengabari kalau mau bertemu dengan orang lain, atau ju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN