23 Hati Yang Mati

1376 Kata

"Sandra!" Panik, Nathan meraih Sandra dalam gendongan. Membawanya turun dari pelaminan, meninggalkan Indah yang masih termenung bersama orang-orang yang berada di ballroom itu. "Rio mobil, sekarang!" titahnya. Nala ikut menyusul di belakang kembarannya bersama dengan Lila yang diperintah ikut oleh suaminya. Kejadian yang sama sekali tidak bisa diprediksikan itu, mengundang banyak tanya dari pihak tamu, juga keluarga Indah. Sukma mendekati putrinya yang masih termenung, mencerna kejadian barusan. Di sisinya juga ada Indra yang ikut serta. "Indah." Indah menggeleng, mengusahakan senyum di bibirnya. "Gak apa-apa. Tadi itu temennya Abang, mungkin dia lagi sakit." Entah apa maksud Indah, tapi yang jelas ia ingin merobohkan stigma miring tentang kejadian tadi. Staff WO yang menghampiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN