"Lu pasti lagi nyari keberadaan Tasya yah" tebak Gery dari raut wajah sahabatnya pasti dia lagi memikirkan keberadaan sekretarisnya "Tau dari mana lu" Revan menoleh ke arah Gerry dengan raut wajah penasarannya kenapa ia tahu soal sekretarisnya "Gw tau dari karyawan lu tuh baru gw datang semuanya pada heboh gosipin lu kalo lu gak mau keluar dari ruangannya dan lu juga suka marahin karyawan tanpa sebab, kenapa lu marahin dia padahal karyawan disini gak salah Van" jelas Gerry "Gw gak perduli dengan omongan mereka" Revan mengedipkan bahunya dengan tak acuh komentarnya karyawannya jika dirinya digosipkan "Gw bisa bantu lu cari Tasya" "Gimana caranya" Revan menaikkan kedua alisnya dengan rasa penasarannya "Tapi lu harus bayar gw yah" Revan pikir sahabatnya menolong dirinya dengan ikhlas eh

