"Maaf Bu aku salah." Tasya menundukkan kepalanya dengan ucapan maaf. "Ibu enggak pernah ajarin kamu menjadi istri durhaka sya, ibu sudah pernah bilang sama kamu turutin perintah suamimu bukan malah membantahnya". omel ibunya yang sudah kezel dengan anaknya ia tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi anaknya yang keras kepala ini. "ibu sama sekali enggak pernah ngertiin perasaan aku, ibu hanya memikirkan perasaan suamiku, Aku menikah dengan boss ku karena ibu bukan aku mencintai dia." tanpa sadari Revan sudah datang ke rumah ibu mertuanya ia mendengar pembicaraan mereka berdua, hatinya begitu sakit jika tahu Tasya tidak mencintai dirinya. "Kamu berani lawan ibu, siapa yang ngajarin kamu melawan ibu hah?" Bentak ibunya membuat Tasya meneteskan air matanya ia tidak tahan jika bertengkar

