sedangkan Tasya masih terdiam berdiri di hadapan mereka berdua, tingkah laku Dita semakin menjadi-jadi tangannya memeluk suaminya di depan isterinya sendiri. "mas boleh jujur aku juga cape mendengar ucapan mamahmu." Air mata buayanya mengalir dipipinya, dia memeluk suami orang apa Revan tidak melihat didepan ada isterinya sendiri. "tenang saja, kamu jangan takut ada aku yang melindungi kamu." Revan mengusap punggungnya dengan lembut untuk menenangkan Dita. "maksud dia apa?" batin Tasya sedikit Heran mengapa suaminya terlalu khawatir dengannya. hatinya sakit melihat kemesraan mereka berdua rasanya ia ingin pergi dari rumah mertuanya. Apakah Revan tidak sadar jika dihadapannya ada isterinya sendiri. "sya kamu kamu kemana?" Tasya tidak sanggup lagi melihat mereka berdua hatinya pun sakit

