Lanjutan chapter enam puluh enam .... Yang belum paham kenapa pendek-pendek, ini karena error pas aku publish (double chapter) jadi aku potong jadi 2 karena tidak bisa dihapus. Biar yang beli koin tidak boros keluar koin untuk chapter yang sama, ya ❤❤❤ Vania sudah kembali terjaga sejak dua jam lalu. Dan kini, ia tengah diperiksa oleh dokter yang biasa merawatnya. "Dok," panggil Vania, kemudian wanita itu menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan. "Siapa yang Anda cari? Apa suami Anda?" tanya dokter itu. Di nametagnya tertera tulisan Puspita. Vania yakin itulah nama dokter paruh baya itu. "Mama saya ke mana?" tanya Vania. "Keluar sebentar, katanya mau mengangkat telepon," balas Puspita. "Boleh saya tahu kondisi saya?" tanya Vania lagi. Puspita mengangguk, "tentu saja,". "Kondisi

