❤Jadikan kesalahan itu sebagai ajang mendewasakan diri❤ ❤❤❤ Andrea membimbing Alin untuk bangun. Gadis itu masih terus menunduk. "Angkat kepalamu!" suruh Andrea dengan nada dingin. Alin menggeleng. Namun Andrea langsung mengangkat dagu gadis itu dengan sedikit paksa. "Maafkan saya. Saya siap menerima apapun hukumannya. Tidak apa jika saya harus dipenjara. Tapi saya mohon, maafkan saya!" pinta Alin. "Enggak, Alin! Jangan malu-maluin keluarga kita!" sambar Martha. "Lalu apa? Kalian benar-benar mau menukar nyawa keponakan saya dengan uang?" sambung Rafael. Regan dan Martha terdiam. "Sudahlah, Ndre. Langsung kita seret saja dia ke kantor polisi," ajak Rafael. Alin mengangguk setuju. Ia tahu semua ini akan terjadi. Dan ia siap menanggung semuanya. Ketika Rafael akan beranjak, Martha

