Empat Puluh Tujuh

1016 Kata

❤❤❤ Vania merenggangkan tubuhnya. Ia heran, kenapa rasanya sangat lelah padahal ia baru saja bangun tidur. Setelah ingatannya pulih, ia pun berdecak. Ia ingat kejadian mengesalkan semalam di mana sang suami dengan jailnya mengerjainya. Bermain drama seolah mereka tersesat dan mengharuskan keduanya terus berjalan tak jelas. Belum lagi, kini tangan lelaki itu berada di atasnya. Membuatnya kesulitan untuk bergerak. "Ck, tangannya berat banget, sih?" kesal Vania sembari berusaha menjauhkan tangan kekar itu darinya. Bukannya menjauh, yang terjadi selanjutnya adalah Andrea semakin mengeratkan pelukannya. Menarik tubuh mungil Vania hingga menghadap ke arahnya sepenuhnya. "Mau ngomel, tapi baunya maskulin banget. Duh, goyah lagi imanku," gumam Vania sembari terus menempelkan wajahnya di d**a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN