"yeay hari ini jalan-jalan" ucap sorang gadis kecil tentu saja dengan lompatan kecil, ibu dan ayah nya tentu tersenyum bahagia melihat putri semata wayangnya.
"Rana kita akan pergi ke taman hiburan tentu di sana sangat ramai jadi,jangan jauh-jauh dengan ibu ya" ucap sana ibu rana, sang anak pun mengangguk dengan riang
"ayo kita berangkat princess" ucap arthur ayah rana sembari menggenggam tangan kecil putri nya
mereka bertiga sudah memasuki mobil Toyota hitam nya dengan rana yang berada di kursi belakang, Rana bersenandung riang sembari melihat ke arah jendela. Hari ini cuaca sore sangat mendukung nya untuk pergi ke taman hiburan tentu ia tak sabar menaiki bianglala dan wahana lainnya.
akhirnya mereka sampai di taman hiburan perjalanan mereka membutuhkan waktu 2 jam karena hari ini adalah hari weekend tentu jalanan sangat ramai, Rana yang tak sabar pun segera membuka pintu mobil dan berlari kencang melihat semua wahana yang berada di taman hiburan dia tersenyum sangat lebar ia tak sabar untuk menaiki semua wahana dan tentu nya memakan gulali kapas kesukaan rana. Saat hendak berlari menuju stand gulali kapas tangan nya di cekal oleh sang ibu
" Rana ingat pesan ibu untuk tidak berjauhan" sana mengingatkan Rana
tentu sejenak rana melupakan pesan ibunya karena terlena akan taman hiburan ia hanya bisa tersenyum memamerkan gigi kecil nya dan berkata
"maafkan rana bu,Rana tak sabar untuk menaiki wahana dan memakan gulali kapas"
"ayah sedang memesan tiket untuk kita jadi tunggulah ayah"
Rana sekali lagi mengangguk patuh dan tersenyum
" Rana kamu ingin menaiki wahana yang mana? jangan yang terlalu ekstrim " ucap sang ayah setelah membeli tiket
" ayah ibu rana ingin gulali kapas yang besar "
" tentu princess daddy "
mereka bertiga duduk di sebuah bangku taman menghadap ke arah wahana bianglala, Rana dengan hati bahagia nya melihat pemandangan yang indah di tambah ia memakan gulali kapas nya. ayah dan ibu nya tentu melihat itu bahagia karena setiap hari senin sampai kamis arthur sibuk dengan tugas nya sebagai seorang ketua polisi dan sana dihari selasa kamis dan jumat pergi mengunjungi butik nya,memang dia mempunyai karyawan hanya saja sana ingin mengecek kondisi butik dan rangkaian pakaian milik nya. butik sana bernama calasie sudah berdiri sejak sana lahir ia hanya meneruskan bisnis ibunda nya. terkedang di hari weekend pun mereka bekerja sehingga mau tak mau menitipkan rana di rumah bibi alesya, Ia mempunyai anak seorang lelaki bernama leo. Rana tak nyaman berada di dekat leo karena ia selalu di kata-katai dengan kata yang kotor dan tak lupa dengan dorongan dan pukulan yang di berikan oleh leo.
Rana tak berani berbicara atau mengadukan hal tersebut pada ayah dan ibunya ia khawatir ayah dan bibi nya akan bertengkar dan ia akan sendirian di rumah itu adalah hal yang di benci Rana.
ingin menyendiri tetapi tak mau sendirian
terkadang bibi alesya selalu mendukung sang anak dan tidak peduli dengan rana padahal alesya selalu melihat sang anak mendorong dan memukul tubuh rana tetapi ia hanya diam dan tak membela rana, saat waktu nya makan pun rana tak boleh memakan daging dan telur ia hanya di perbolehkan memakan makanan sayuran. tentu rana tak mempersalahkan nya karena sayur itu penting bagi kesehatannya.
setelah menghabiskan gulali kapas nya rana segera mengajak ayah dan ibu nya untuk menaiki bianglala, dan sekarang mereka berada di atas bianglala yang berputar. Rana tak henti henti nya untuk terus tersenyum seolah ia sangat bahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama ayah dan ibu nya tetapi bianglala yg di naiki berhenti berputar dan mati lampu hanya stand bianglala yg mati wahana lainnya tidak mereka berada di putaran paling atas membuat rana panik dan hampir menangis ibu sana yg melihat itu tentu segera menenangkan sang anak
" Rana di dalam kehidupan ini sama seperti bianglala, roda kehidupan namanya terkadang kita berada di atas dan terkadang kita berada di bawah. liat kita sedang berada di atas tetapi merasakan hal khawatir dan cewas dikarenakan lampu bianglala tidak menyala sehingga mengganggu penglihatan. sama seperti di dalam kehidupan jika kita sedang berada di atas tetapi tak ada satu orang pun yang menyayangi dan membimbing itu sama nya membutakan hati dan pikiran untuk berbuat seenaknya. jadi rana harus tetap bersyukur dalam keadaan apapun ya" ucap sana
awalnya rana tak mengerti ucapan sang ibu ia hanya berpikir bahwa mungkin ibu berkata seperti itu untuk menenangkan hati nya yang sedang ketakutan tak lama lampu bianglala menyala dan kembali berputar sehingga menimbulkan rasa lega bagi Rana.
******
hari ini adalah hari kamis tanggal 27 september rana sedang sarapan ia malas sekali hari ini karena hari ini adalah tanggal merah dan artinya sekolah libur,ayah dan ibu nya tentu sibuk berkerja mau tak mau rana harus di titipkan kembali ke rumah bibi nya dan bertemu dengan leo
Arthur melihat wajah lesu sang anak seperti nya ia mengetahui bahwa rana tak suka di titipkan di rumah bibinya, namun arthur tak mempunyai pilihan lagi ia hanya ingin melindungi rana dari bahaya yang mungkin akan datang padanya.
" Rana ketika ayah dan ibu pulang ayah janji akan membelikan apa yang rana inginkan "
Rana mengangkat kepala dan melihat sang ayah yg sedang tersenyum, mata rana seketika berbinar
" serius ayah? rana ingin boneka Teddy bear yang besar " Rana merentangkan tangannya untuk memberitahu seberapa besar boneka tersebut
sang ayah tentu hanya tersenyum gemas
" kalo boneka nya terlalu besar rana tak akan bisa membawa boneka itu untuk di pamerkan pada leo "
" ayah! aku ini bukan anak tukang pamer lagian boneka Teddy bear akan aku simpan di kamar ku hanya aku yang boleh memeluknya " ucap rana sembari memanyunkan bibirnya
sang ayah tertawa melihat putri nya kesal ia mendekati rana dan mengacak rambut nya
*****
" kau hanya gadis lemah hapus cita cita mu untuk menjadi seorang atlit berkuda kau bahkan tak bisa mengendalikan kuda " ucap Leo
tentu rana yang mendengarkan perkataan leo pun sedih ia tak mau leo berkata seperti itu ia hanya mau leo mendukung cita-cita nya
" berhenti berkata seperti itu leo kau menyakiti hati kecil ku " ucap rana dengan lugu nya
" heh! lihat? baru ku katai sudah seperti ini "
Rana yang tak tahan berlari memasuki kamar yg di sediakan oleh bibi alesya
ia mengunci nya dan menangis pelan seolah takut akan di katakan gadis cengeng oleh leo dan bibinya.
Rana tertidur dan di bangun kan oleh suara ketukan pintu yang sangat keras
" buka Rana buka.ini hal penting " ucap bibinya
dengan terburu-buru rana segera turun dan membuka pintu ia hendak bertanya kepada bibi nya tetapi bibinya langsung menarik tangan rana menuju mobil nya di situ sudah ada leo ia menatap rana dengan tatapan iba, Rana tak mengerti ada apa dengan bibi dan leo
****
" bibi mengapa kita berhenti di rumah sakit? siapa yang sakit bibi? apakah leo sakit? " tanya Rana
" Rana bibi dan leo minta maaf jika pernah menyakiti hati kecil mu, kamu akan tahu jika sudah di dalam rumah sakit. tapi bibi mohon bertabahlah "
Rana mengerutkan kening nya ia tak mengerti dengan ucapan bibi nya
ia ikut turun dengan ekspresi bingung dan was was ketika melihat banyak sekali teman teman papa nya di luar pintu rumah sakit.
" ayah " lirih Rana
Leo menggenggam tangan rana dan berkata " tidak akan terjadi apa apa kau tak perlu khawatir "
mendengar perkataan leo ia semakin yakin bahwa yg sakit itu ayahnya ia tak bisa untuk tenang jika bersangkut dengan kedua orangtuanya.
bibi nya membawa mereka pada sekawanan polisi yang memang benar mereka anak buah ayah nya Rana, Arthur.
ketika mereka melihat rana tatapan iba dan prihatin jatuh padanya ia menggenggam erat tangan leo. satu dari mereka mengantarkan bibi, leo dan rana ke ruangan rawat inap ketika Rana membukakan pintu ia terkejut melihat ayahnya sudah di tutupi dengan kain putih
ia berlari dan memeluk ayah nya
" ayah ayah bangun disini ada rana ayah tak bole meninggalkan Rana dan ibu. ayah sudah berjanji untuk membelikan rana boneka Teddy bear yang besar! ayah! ayaahh! " Rana menangis histeris ketika ayah nya tak menyahut ucapan nya
ia berteriak terus memanggil kata ayah dan ayah
tak lama sana datang dengan ekspresi terkejut dan segera memeluk rana
" ibu a ayah bu! ayah hiks ayah kenapa? " sana tak mampu menjawab ucapan rana ia memilih diam dan setetes air mata mengalir di wajah cantik nya,ia masi tak menyangka bahwa orang yang dicintai nya akan meninggalkan nya meninggalkan ia dan rana.
******
setelah pemakaman rana terlihat murung mata nya sudah bengkak sehingga tak mampu mengeluarkan air mata lagi,ia terus melamun.
" Rana.. Rana.. Rana! "
ucapan ibu nya membangunkan Rana dari lamunannya,ia melihat ibunya tak jauh berbeda dengan Rana mata nya pun sembab dan memerah. Rana tak bisa melihat itu,ia ingin senyum ibunya seperti dulu.
" ada sesuatu di kamar rana,coba di lihat dulu " ucap sana dan tersenyum lembut,senyuman yang mampu membuat rana tenang dan senang.
"ada apa di kamar rana bu ? kecoa ya? ibu sedang ingin bercanda kan? " ucap rana
ibu nya tersenyum geli " coba di lihat dulu nanti rana akan tahu "
Rana pergi ke kamar nya dengan tatapan takut,ia pernah di jahili oleh ibu nya saat rana merengek meminta sepaket mainan salon kecantikan. ibu nya berkata bahwa mainan itu sudah berada di kasur nya, Rana yg mengetahui itu tentu sangat bahagia dan ketika membuka kamarnya nyatanya ia hanya menemukan kecoa besar yang berdiam tepat di depan nya sontak hal itu membuat rana berteriak dan berlari dari rumah, sana melihat itu tertawa padahal kecoa itu hanya mainan .
Rana membuka pintu kamar nya dan melihat di atas kasur ada sebuah boneka Teddy bear besar berwarna coklat,ia terkejut dan senang melihat hal itu tetapi sebagian hati nya bersedih rana tak sempat mengucapkan kata terimakasih pada sang ayah. ia memeluk boneka dan berkata " maafkan Rana ayah dan terimakasih " setetes air mata lolos dari mata kiri nya, ia menenggelamkan kepala di boneka tersebut dan memeluk nya
*****
hari ini tanggal 5 juni tak terasa kini rana sudah berumur 18 tahun ia tersenyum karena ini merupakan hari ulang tahun nya, Rana sudah bersiap untuk pergi sekolah sana melihat putri semata wayangnya sudah bersiap pun tersenyum dan menyuruh untuk duduk. pagi ini sana menyiapkan bekal nugget ayam dan buah apel untuknya tak lupa sarapan dengan nasi goreng,buatan mama nya selalu enak!.
Happy birthday Rana! teriak seisi kelas IPS II saat Rana membuka pintu kelas, rana terkejut dan bahagia atas surprise dari teman teman nya disana sarah sahabat rana sedang membawa kue kecil untuk rana dan vane membawa kotak yang dipastikan kado untuk rana
rana meniup lilin nya dengan dan setetes air mata jatuh dari mata nya ia terharu bahwa mereka ingat ulang tahun nya sedangkan sang ibu tidak lebih tepatnya tidak memberikan kejutan dan ucapan selamat ulang tahun.
sarah dan vane memeluk rana mereka mengucapkan happy birthday untuk rana dan Rana tak henti henti nya mengucapkan kata thank you
*****
saat pulang sekolah rana mengambil sesuatu dari loker sekolah nya ia hari ini tahu cuaca tidak bagus untung saja ia membawa payung di loker nya
saat sedang menutup loker ia terkejut ada 3 wanita sedang menatap nya tatapan benci. Victoria ketua dari geng tersebut menarik rambut Rana dan berkata " Lo! bisa bisa nya gatel dengan Jack! dia itu pacar gue! "
" ma maaf kak ria ttapi kak Jack nya yang terus chat rana dan mengajak rana untuk kencan"
" heh! Lo mau gitu? helloo semua murid disini juga udah pada tau! gue pacar nya Jack! Lo budeg?!"
" mmaaf kak aaku-
ucapan Rana terhenti saat jack datang dan melepaskan tangan ria dari rambut Rana
teman teman ria pun terkejut
"jjack rana duluan yg menampar ku "
" cih gue dari tadi liat kelakuan busuk Lo! gue udah rekam kejadian tadi, gimana kalo gue sebarin ke semua murid? hanya karena gue Lo berani labrak adik kelas yang gue suka! "
" aapa lo suka sama ni cewe cupu?! gue itu pacar lo jack! "
jack menggandeng tangan rana dan membawa nya untuk berada di samping nya
" gue ingat kan sekali lagi! gue bukan pacar lo! kita udah putus sejak 3 bulan yang lalu! "
Jack membawa rana menuju parkiran ia mewarkan tumpangan untuk rana
" mmaaf kak, rana sudah di jemput ibu " tentu saja ia berbohong mana mau rana ikut nebeng dengan pacar dari ria ups! ralat mantan pacar. Rana tak mau memasuki lubang hitam karena ulah nya,ia tahu betul bahwa geng ria adalah orang orang kaya ya walaupun diri nya juga termasuk orang orang berkecukupan, ayah ria merupakan CEO di perusahaan ternama dan terbesar di negara ini tentu saja hal itu di manfaatkan ria untuk menjadi tenggil dan sombong pada murid lain yang berurusan dengannya.
Jack awalnya ragu meninggal kan rana tetapi rana meyakinkan bahwa ibunya akan menjemput nya,Jack pergi dengan mobil sedan nya Rana melihat itu tersenyum ia tak mau menambah masalah dengan ria padahal jack sendirilah yang terus mendekatinya.
Rana melihat ke atas langit hari ini langit sudah mendung dan kilatan kilatan sudah terlihat menandakan akan turun hujan besar ia berlari dan menuju gerbang sekolah nyatanya hari ini ibunya tak menjemput nya sejak kematian ayah,ibunya lah yang kini sibuk untuk menjadi tulang punggung bagi rana.
Rana berjalan menuju rumah nya tetapi di tengah jalan hujan sudah turun dengan deras Rana segera membuka tas dan mencari payungnya ia terkejut dan menepuk dahi nya, sewaktu ria menarik rambutnya payung nya belum sempat ia masukan pada tas nya ia gengam payung nya dan lihat payung nya tertinggal di sekolah tetapi rana sudah di tengah jalan dan tentu jarak menuju rumahnya masih jauh. mau tak mau ia hujan hujanan tetapi saat hendak berjalan lagi mobil sarah berhenti tepat di samping rana, kaca mobil terbuka
" ran cepetan naik " tentu saja rana tersenyum dan segera membuka pintu mobil ia duduk di samping Sarah yang sedang menyetir.
" untung aja sarah dateng kalo engga mungkin hari ini baju gue udh basah kuyup "
" Yee ga ngerasa lo? baju Lo udah basah nyet "
Rana segera melihat seragam nya dan memang sudah basah, ia memamerkan gigi putih nya pada Sarah
" udah pulang ke rumah gue, katanya hari ini Jack ngadain pesta Lo ikut ya? "
" loh tadi jack ga ngundang gue, gue ga ikut ah orang ga di undang sama jack nya "
" mungkin dia lupa, ayolah kapan kita party lagi ran? "
Rana berpikir sebentar ia bingung jika pergi ia tak bawa baju dan belum izin dengan ibunya jika tak pergi pasti Sarah tetap memaksanya
" baju gue banyak ran lo ga usah khawatir dan untuk izin lo bisa pake ponsel gue, bilang aja nginap di rumah gue "
akhirnya rana mengangguk
*****
" saraaahh baju ini terlalu terbuka untuk gue "
gaun selutut berwarna salem dan memamerkan belahan d**a rana
" ck ini tuh model ran, come un badan lu bagus banget tinggal sedikit polesan di wajah dan rambut Lo"
Rana menurut meski ia tak nyaman
" selesai " ucap Sarah
Rana melihat dirinya di pantulan cermin ia terkejut wajah nya tambah cantik memang Sarah the best kalo soal make up
*****
" loh kok ke club? " ucap Rana
" Rana Jack sudah memang sudah booking tempat acaranya di sini "
mereka turun dari mobil sarah
" Wellcome Sarah dan rana " ucap vane
" loh van lo disini juga?"
" Yap, ya udh buruan masuk "
ketiga memasuki club dentuman musik keras terdengar begitu mereka memasuki club
" hello rana dan Wellcome" ucap Jack
" Rana doang nih yang di sapa? " ucap Sarah
" come un baby have fun "
Sarah berlari menuju dance floor vane menuju bar, Rana bingung ia harus mengikuti siapa
" ayo Hanny " ucap Jack dan merangkul pinggang Rana
Rana bergerak tak nyaman di samping Jack ia ingin melepaskan tangan Jack dari pinggang nya beruntung tangan Jack terlepas, ia membawa rana menuju sofa
" tunggulah aku pesankan minuman dulu " ucap Jack dan pergi
Rana tak menjawab ia sibuk melihat sekeliling sungguh ia tak nyaman berada disini belum lagi tatapan para pengunjung dan terus melihat ke arah belahan d**a nya. gara gara sarah rana seperti akan di terjang singa
di sisi lain mata seorang pria terus memprihatinkan rana ia seperti tertarik dengan rana
di sisi lain Jack sudah memesan minuman ia dengan sengaja menaruh obat perangsang di minuman rana.
Jack kembali dan memberikan minuman tersebut pada rana
Rana dengan ketidaktahuan apa apa meminum minuman tersebut dan merasakan tenggorokan yang kering dan panas ia menyimpan gelas di meja dan kembali melihat sekeliling, Jack terus saja memaksa Rana untuk menghabiskan minumannya. sedikit rasa bingung dalam benak rana mengapa Jack terus menyuruh nya untuk menghabiskan minuman nya, tepat setelah rana menghabiskan minuman nya panggilan telepon Jack berbunyi dan menyuruh nya untuk keluar club dikarenakan sangat penting
disaat Jack sudah pergi Rana merasakan tubuh nya panas dan kepalanya sangat pusing ia merasa ingin melepaskan baju nya
dan di saat itu pria misterius yang sedari tadi melihat rana pun menghampiri nya dan membawa rana pergi dari club.
****
see you semua nya >3
terimakasih sudah membaca