Haruskah Ku Menikah?
Part.3 Mami Untukku dan Papi
"Aku ga mau punya mami baru papi... Stop" teriak Raya sambil menutupi kedua telinganya.
"Yes i know my sweety... I know... Papi juga tahu nak kamu nggak mau mami baru. Papi pun juga sebenarnya masih terlalu sayang dengan mami. Susah rasanya membuka hati lagi dengan wanita lain. Raya udah gede kan, Raya udah dewasa. Raya udah 11 tahun dan sebentar lagi Raya jadi remaja." Zafran berusaha menenangkan putri semata wayangnya itu. Kini mereka sedang berada di ruang kerja Zafran, Lastri sedang berada di pantry membuat telur dadar kecap kesukaan Raya. Ya, si cantik imut itu suka sekali telur dadar kecap, karena sang mami tidak pandai memasak semasa hidupnya dulu. Daaan, alhasil nasi dan telur dadar kecap adalah menu andalan, karena meski ada asisten rumah tangga, Raya kerap pemilih. Masakan mami adalah terbaik, sesuai buku dongeng yang dibelikan papi. Lebih tepatnya teman papi saat Raya ulang tahun ke- tujuh tahun.
"Lastri, apa kamu ingin aku pesankan sesuatu untuk makan siang?" Tanya Zafran pada Lastri.
"Tidak usah pak, nanti saja saja bikin mie di pantry." Jawab Lastri sambil mendekat pada Raya menawarkan apakah ia mau disuapi ataukah makan sendiri. Dan ternyata Raya ingin makan sendiri.
"Di pantry hanya ada makanan siap saji, mie instan, dan telur. Sebaiknya kupesankan kau nasi Padang saja ya. Seharian kau pasti belum makan." Ucap Zafran tanpa persetujuan Lastri. Ia memang cuek, tapi sebenarnya pada seluruh karyawan dan keluarganya ia menyimpan perhatian dan memantau setiap pekerjaan dan beban mereka. Seperti saat ini, Zafran tahu betul bahwa mengasuh Raya bukanlah hal yang mudah. Gadis kecil menjelang remaja itu kerap meminta hal-hal aneh dan tak masuk akal pada pengasuhnya. Hal itu juga yang membuat banyak sekali pengasuh yang menyerah untuk bekerja menjaga Raya.
Zafran ingat sekali, Nikmah pengasuh keenam yang bekerja padanya, Nikmah yang berbadan tambun itu dipaksa oleh Raya untuk memanjat mangga Pak RT di kompleks, jika mau Raya akan menangis sambil berteriak-teriak. Akhirnya Nikmah menyanggupi dan memanjat mangga Pak RT yang tingginya 4 meter. Ketika sampai di dahan pertama, patahlah si dahan dan Nikmah jatuh. Tangan kirinya sampai keseleo dan lagi-lagi Zafran harus bertanggung jawab atas ulah putrinya itu. Itu adalah kisa keenam. Masih ada kisah pengasuh pertama sampai kelima yang berakibat dari dikejar anjing sampai giginya patah. Sungguh luar biasa. Wait.... Kenapa dengan Lastri, Raya bisa bertahan dan menurut? Ya... Karena Lastri sang pengasuh adalah mantan atlet taekwondo semasa bekerja menjadi TKW di Hongkong, jadi setiap perintah absurd Raya dengan mudah ia kerjakan, alhasil.... Raya bosan sendiri mengerjai Lastri.
"Raya sayang, papi tuh heran sama kamu nak... Terkadang kamu itu kayak pengen banget punya pengganti mami. Bahkan di saat papi lagi enggak mood sama sekali buat hal itu. Tapi terkadang kamu berlaku sebaliknya. What's about you dear?" Tanya Zafran heran dengan kelakuan putri cantiknya ini. Putri cantik dengan paras menurun dari sang mami.
"Maaf Pak, permisi bolehkah saya mengganggu sebentar, ada hal terkait Non Raya yang perlu saya sampaikan kepada bapak" ucap Lastri tiba-tiba saat mendengar percakapan ayah dan anak itu.
"Sesuatu? Ehmm... Oke... Raya sayang, bolehkah papi ngobrol sebentar dengan Mbak Lastri? Raya bisa mainan sendiri dulu kan?" Zafran meminta izin kepada sang putri yang sedang dalam mode bad mood.
"Maaf pak, sebelum kesini Nok Raya diajak eyang kakung dan eyang putri ke psikolog" ucap Lastri mengawali pembicaraan.
"What? Psikolog? Raya sakit Las?" Tanya Zafran sedikit terkejut.
"Non Raya beberapa kali mengucapkan hal berbeda dalam jangka waktu singkat pak, kalau menurut psikolog yang menangani, Non Raya mengalami gangguan kontrol impulsif. Tidak berbahaya, tapi cukup susah dalam mengambil keputusan. Itulah kata psikolog yang menangani Non Raya tempo hari pak" Lastri menjelaskan.
"Maksudnya bagaimana?" Tanya Zafran lagi memastikan
"Waktu itu eyang putri sempat menanyai Non Raya mau jalan-jalan kemana, Non Raya menjawab ia mau ke Taman Kota, di ajaklah kami ke taman kota sesuai permintaan Non Raya, namun di sana ia berubah pikiran ingin ke Festival Musik Ramayana, diturutilah keinginan Non Raya. Namun, tak berhenti di situ, mengenai makanan, baju, bahkan keputusan sekolah ataupun tidak pun Non Raya kerap plin plan dalam berucap, hal itu memicu Eyang putri dan eyang Kakung membawa Non Raya ke psikiater. Dan gangguan kontrol impulsif adalah penyakit yang sedang dialami Non Raya saat ini. Jadi, Pak Zafran mohon maklum jika apa yang diucapkan Non Raya hari ini akan berbeda dengan besok." Lastri menjelaskan mengenai gangguan kontrol impulsif atau lebih tepatnya susahnya seseorang dalam mengambil keputusan yang dialami Raya.
"Astagaaa... Apa lagi ini" Zafran terlihat pening memikirkan permasalahan yang dialami Raya. Zafran tahu beberapa kenakalan yang dialami Raya muncul setelah ia kehilangan Dewi sang mami. Ia bagaikan hilang arah dalam menjalani hari-harinya. Dengan berat hati Zafran memindahkan Raya ke Surabaya, ke rumah kakek nenek dari pihak sang istri. Hal itu tentu karena permintaan Raya, karena ia beranggapan tinggal bersama eyang adalah cara terbaik meninggalkan kenangan manis di Jakarta bersama mami tercinta. Namun, jauh dari lubuk hati Raya, tersimpan luka kehilangan, sosok mami sebagai sandaran hidupnya yang tiba-tiba pergi tanpa pamit membuat ia hilang semangat hidup. Raya yang ceria lambat laun berubah menjadi pendiam dan introvert. Ia lebih suka mengurung diri di kamar dan bermain ponsel miliknya. Mengetik sesuatu lalu menangis dan tersenyum. Eyang putri khawatir akan hal itu, namun Raya menolak untuk bercerita apa yang sedang membuatnya sedih terlalu lama. Entahlah.
"Non Raya bisa sembuh jika ia bisa berdamai dengan hati dan keadaannya yang sekarang pak. Sejauh yang saya tahu, Non Raya kerap menangis sendiri ketika ia di kamar. Hal itu berlangsung semenjak kepergian sang mami kata eyang, dan kurangnya perhatian Pak Zafran turut andil juga dalam psikologis Non Raya pak" jelas Lastri membuat Zafran serasa tersadar bahwa ia memang menjaga jarak dengan sang putri. Entahlah semenjak kepergian sang istri, semua terasa hambar dan menyesakkan. Hanya pekerjaan lah yang berhasil mengalihkan rasa rindu itu, dan seseorang yang kerap mengisi hatinya dengan senyuman indah setiap pagi. Ya, Zafran menyukai wanita itu.
****
Aku rindu mami...
Aku rindu pelukan mami saat sebelum tidur
Aku rindu masakan mami meskipun hanya telur dadar kecap
Aku rindu mami yang selalu rapi menguncir rambutku...
Hari ini, kuputuskan mencari mami untuk aku dan papi ....
❣️Nias Maharaya ❣️