Cinta itu seperti udara
Tak terlihat namun keberadaannya sangat di butuhkan.
Namun halnya seperti udara jika sudah terkontaminasi oleh polusi akan buat kita sakit dan tak nyaman. begitupun cinta, jika sudah ada yang mencemarkannya akan membuat siapa yang merasakannya sakit pula.
Jika sudah seperti ini, masih maukah kamu merasakan yang namanya cinta?
Pendapat orang itu beda beda, ada yang ketika di sakiti oleh cinta akan balas dendam dengan mempermainkan dalih dengan nama cinta namun ada juga yang sudah menutup dirinya karena lelah akan keberadaan cinta itu.
Namun mampukah kita tanpa cinta?
Tapi jika cinta telah membuat kita merasakan yang namanya menderita, masih mampukah kita untuk mengenalnya?
Kadang jatuh cinta dan patah hati bisa datang secara bersamaan, terus harus bagaimana kita menyikapinya?
Kadang rasa Ingin balik pada masa itu tapi sadar ia sudah jadi masa lalu kita, mau stay di tempat sekelibat bayangan tentangnya selalu menghantui kita alias gagal move on, mau maju melangkah tawaran masa depan menanti darinya tapi bayangan luka itu terus ada.
Kadang juga kisahnya telah usia namun rasa masih tetap ada ..
Kalau seperti ini harus bagaimana?
___________________________________
Mungkin Davandra Mahendra Daniel dan Melody Shirin Anandito , akan mengajarkan kalian untuk menyikapi ini ..
Mari simak cerita mereka ➡️