Qiran dan juga lelaki yang ada disana pun begitu terkejut saat itu. Terkejut karena suara itu yang menyahut dan melarang apa yang lelaki diseberang bangku Qiran inginkan, serta lelaki yang bersuara itu nyatanya adalah orang yang namanya Qiran sebutkan barusan. "Aku harap ini hanya mimpi, ayo Qi...bangun...! bangun!" ucap dalam hati Qiran saat itu. Lalu satu tangannya mengulur dan mengambil air yang ada di gelas diatas meja. Qiran meneguknya beberapa kali tegukan disana. Hingga Danu beranjak dari duduknya dan berdiri menghampirinya. "Uhuk! uhuk!" tiba-tiba Qiran tersedak hingga terbatuk-batuk saat itu. Langsung saja Danu turut duduk di kursi samping Qiran dan memberikan sapu tangan untuk gadis itu. Qiran yang melihat langsung menyadari bahwa sapu tangan itu teramat berharga untuknya. Hing

