Tapi, baru aaja Qiran melangkah keluar dari dalam salon, ia sudah di hadang oleh Irma yang saat itu sudah menyedekapkan kedua tangannya ke bagian depan tubuhnya sembari mematung di depan salon tepat dengan satu kaki yang bergerak mengetuk-ngetuk lantai beberapa kali ketukan di sana. "Aduh kenapa juga kak Irma ada di sini sih ya? aku harus bilang apa dong sekarang padanya? aku tidak tahu lagi harus berkata apa jika sampai kak Irma bertanya yang tidak-tidak karena aku belum inginmemberitahu kak Irma tentang kedatanganku ke Kota ini hanya untuk mencari keberadaan orang pemilik gelang yang sama seperti yang aku pakai saat ini," ucap dalam hati Qiran saat itu dengan degupan jantung yang begitu kuat. "Duh kenapa juga sih Bos besar itu harus datang kemari? kira-kira dia mau ngecek toko atau gim

