SEIRING BERJALANNYA WAKTU *** Kedatangan Galen kembali seperti membawa banyak sekali tanya. Dan yang paling menyakitkan adalah saat semua orang menatapnya bak seorang tersangka yang baru saja keluar dari penjara. Kadang, tatapan seseorang lebih terlihat seperti menguliti. Tapi Galen hanya mengabaikannya saja. Dia datang ke sekolah bukan karena ingin, namun karena paksaan untuk tetap melanjutkan hidupnya. Toh, ini bukan satu-satunya hari terberat yang ada di dalam hidupnya. Dia melewati banyak hari, dan semuanya tak akan membuatnya tumbang begitu saja. Luka di wajahnya masih membekas, namun Galen membiarkannya saja. Dia sudah dirawat dengan baik dan mendapatkan kualitas tidur terbaik beberapa hari ini. Otaknya yang tak pernah tenang dan selalu ribut, kini bisa sedikit menurut. Galen se

