TERBANGUN DI MASA LALU *** Dia baru saja kembali ke rumah; pukul tiga pagi, tepat! Rumahnya kembali mengingatkannya kepada semua kenangan buruk masa kecil yang menyebalkan. Kursi sofa yang berada di ruangan depan membuat dirinya muak, tempat biasanya sang ayah duduk dengan angkuhnya. Tak apa jika Ayahnya tidak datang untuk selamanya. Tidak masalah jika pada akhirnya dirinya ditelantarkan. Toh, selama ini pun begitu ceritanya. Dia tidak pernah mendapatkan apapun dari Ayahnya selain materi—rumah, uang, pendidikan. Selain itu? Tidak ada lagi. Padahal seorang anak tidak hanya membutuhkan materi semata. Tapi mereka juga membutuhkan semua yang ada di dalam hati orang tuanya; cinta, kasih sayang, perhatian, semua hal sederhana yang biasanya anak dapatkan dari orang tuanya. Galen merasa iri de

