UJARAN KEBENCIAN YANG MENYAKITKAN *** Jalanan terasa sangat dingin karena sehabis hujan. Galen dan Meisy masih berteduh di bawah payung parasol tepat di depan minimarket yang lumayan jauh dari tempat tinggal mereka. Perjalanan panjang yang membuat mereka pada akhirnya memutuskan berhenti dan duduk dengan santai sampai sambil menunggu hujan reda. Sampai hujan pun reda dan mereka masih menikmati aroma tanah basah yang entah dapat tercium sampai kesini. Padaha jarak tanah dengan tempat mereka cukup jauh. Namun aromanya memanglah sangat menenangkan. Keduanya masih diam tanpa kata dan tidak saling merespon satu sama lain. Hanya meminum minuman di kaleng mereka dengan rasa s**u cokelat—mereka punya kesukaan yang sama. Galan menatap lalu-lalang manusia dengan menggunakan payung atau jas huja

