KEBERUNTUNGAN PUNYA AYAH *** Satu kelas memandang Galen, mereka tidak tahu apa yang ada dipikiran cowok itu; datang ke sekolah setelah bolos dan memberikan pencerahan di pagi hari ini dengan kalimat-kalimat memanusiakan manusia. Mereka sedikit tersinggung karena ucapan Galen yang dianggap kurang pas. Mereka hanya tidak mau ikut campur urusan orang lain. Apalagi orang itu adalah Vikto dan Kiko. Kedua orang itu memang sangat gemar untuk melakukan tindakan bully, mereka tidak mau menjadi sasaran empuk jika sudah ikut campur. Hanya saja, karena itu Galen, tidak ada yang berani untuk melawannya. Bukan karena mereka takut kepada Galen dan tidak mau melawan. Namun karena tak ingin menjadi sasaran hal memalukan lainnya yang selalu dibicarakan orang yang ada di luaran sana; tentang hal menyimp

