Permainan ke dua?

2008 Kata

Detik demi detik berlalu, Mereka hanya diam dan sesekali saling tatapan canggung. Hal seperti ini sangat jarang mereka dapatkan, karena selama ini Marcell mau pun Aurell di landa kesibukan yang padat setelah kesembuhan dari Marcell itu. Namun Aurell selalu berada di sampingnya selama proses penyembuhan kaki Marcell. Aurell membuka ponselnya lalu kembali mematikannya, dia melakukan hal itu berulang hingga membuat Marcell tersenyum. "Dia lucu banget" gerutunya dalam hati Tuk Tuk Tuk! Tiba tiba pintu ruangan Dino terdengar ada yang mengetuk dari luar, membuat Marcell dan Aurell menatap ke sumber suara. "Masuk" perintah Marcell segera Pintu itu pun terbuka menampilkan dua pelayan wanita yang masing masing membawa nampan berisi pesanan yang sudah Dino sebutkan. "Ya ampun bapak CEO" gerutu w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN