Wahyu, Dino dan Muhlis menuju ke komplek perumahan Marcell. Mereka berjalan melewati gang dengan tatapan wajah kosong, apa lagi dengan Wahyu. Wahyu yang berjalan di depan dia tiba tiba berhenti, membuat Dino dan Muhlis juga ikut berhenti. "Ada apa Yu?" tanya ke duanya bersamaan "Setelah dari sini, kita harus ke kantor polisi!" ujarnya mengepalkan tangannya kuat kuat Wahyu menunduk dengan air mata berjatuhan "Lo yakin soal itu Yu? tapi bokap lo?" ujar Muhlis dengan tatapan tidak percaya "Bokap gue jelas jelas salah, dia harus di hukum dengan hukuman yang sepantasnya! gue gak peduli tentang hubungan darah, gue lebih peduli tentang hubungan kemanusiaan! dia telah terlibat dalam pencelakaan terhadap Marcell! Marcell sahabat gue sendiri, dia bahkan orang yang selama ini selalu membantu gue!

