Malam semakin larut, namun hal itu tak membuat keadaan dapur menjadi sepi justru menjadi semakin berisik ketika seseorang mulai memasak sesuatu. Tak lain adalah Aurell yang terlihat bersemangat berdiri di depan kompor dan mulai berbicara sendiri. "Oke, kita mulai masukan mienya perlahan. Karena kalau terlalu kasar nanti cipratan air panasnya mengenai tanganmu, maka dari itu berhati hatilah" gerutunya sembari langsung mengaduk panci berisi mie dengan kuah merah itu Aurell lalu mencoba masakannya dengan mencoba kuah yang sudah dia tiup agar dingin "Hmm enak, kayaknya Bima bakalan suka deh kalau makan ini" gerutunya lagi dengan senyuman merekah "Tapi" ujarnya tiba tiba lalu menatap ke belakang dengan tatapan sedikit khawatir "Apa dia bakalan bangun?" tanya nya dengan penuh pertanyaan Aur

