Marcell berjalan sendirian untuk pulang ke rumahnya, perasaannya masih sangat kesal dan marah dengan apa yang Jessen lakukan pada Aurell. Marcell menggenggam tangannya kuat, seakan perasaan kesalnya menumpuk di sana. Marcell kemudian membuang nafasnya begitu berat, dia mulai berpikir bagaimana dia harus menyelamatkan Aurel dari Jessen sedangkan dirinya saat ini masih sangat belum layak untuk Aurell. apalagi mendengar semua yang Nur jelaskan tentang bagaimana sikap ibu Aurell tentang rasa sukanya pada Jessen karena harta. Rasanya Marcell terdorong untuk kembali mundur mendapatkan hati Aurell. "Hmm bagaimana pun juga sih gua kan cowok, seharusnya resiko apapun harus gue hadapi! ya bagaimana pun gua harus hadapi si Jessen itu" gerutu Marcell dalam hati sembari memegangi tangannya percaya di

