Suara bariton menembus dinding pendengaran gadis tersebut. Tubuh Disa seketika membeku, "Jangan berani-beraninya lo mau move on dari gue!" ujar sosok itu sekali lagi. Disa tak berani menengok sama sekali, ia menatap Raina agar sahabatnya itu melakukan tindak sesuatu. Raina pun sama kagetnya melihat laki-laki yang baru saja ia dan Disa bicarakan tiba-tiba ada disana. "Ngapain lo kesini?" sinis Raina. "Ganggu aja!" Laki-laki itu menyodorkan handphone milik Disa, "Pasti lo gak sadar handphone lo jatuh tadi." paparnya. Disa melihat itu memang handphonenya yang berada di tangan laki-laki tersebut. Tanpa merespon ia menyautnya dengan cepat. Gara tersenyum miring, "Iya sama-sama." sindirnya kepada Disa yang masih diam. Disa yang merasa tersinggung dengan ucapan Gara hanya melirik laki-laki

