Mata Disa mengerjap beberapa kali, ia menutup mulutnya karena sedang menguap. Disa ingin kembali tidur saja, enggan untuk pergi ke sekolah. Namun Rini mungkin akan menyambitnya jika tanpa alasan ia tidak pergi ke sekolah. Ia menyibak selimutnya dengan malas kemudian berjalan gontai menuju kamar mandi. Samar-samar ia mendengar suara bundanya yang berbincang-bincang, ia tau dengan siapa Rini di bawah. Disa berdecak, ini alasannya enggan pergi ke sekolah setiap paginya. Sudah hari ke sepuluh laki-laki itu mengantar dan menjemput Disa seperti ojek pribadi Disa saja. Oh ayolah jangan samakan antara Disa dengan Tania. Disa bisa tanpa bantuan laki-laki tersebut, ia bisa menaiki angkot dan seandainya ia bisa memilih Disa akan memilih berangkat tanpa Gara. Banyak alasan laki-laki itu membuat Disa

