PLAAK ! "Jaga bicaramu!" Ups! Sebuah tamparan mendarat cantik di pipi kemerahan milik Liana. Tamparan yang begitu keras dari Mas Dewa mengakibatkan luka pada sudut bibir Liana hingga mengeluarkan sedikit darah. Tubuh Liana terhuyung ke samping. Beruntung wanita yang selalu berpakaian serba terbuka itu mampu menyeimbangkan tubuhnya hingga tak sampai terjatuh. "Maaass ... kamu tega menamparku? Kamu membela perempuan itu? Perempuan yang kamu bilang tidak pernah kamu cinta?" Suara Liana bergetar, tubuhnya gemetar hebat. Isak tangis mulai terdengar dari mulutnya. Apaa? Liana bilang Mas Dewa tidak pernah mencintaiku? Mas Dewa mengatakan itu pada Liana? Sementara Mas Dewa hanya terpaku menatap Liana dengan rasa bersalah. Dari matanya terpancar raut penyesalan yang mendalam. "Li, m-maaf

