"Kau—" Jenna membelalak. Dalton terengah-engah di atasnya, seringai keji terbit di bibir pria itu. Sementara matanya menyipit penuh kemenangan. "Apa lagi? Kau sebenarnya tidak berdaya jika sudah berada di tanganku." "F.u.c.k you! Lepaskan aku!" Ketika Jenna melawan dengan sekuat tenaga seperti pertama kali mereka berjumpa, Dalton sangat senang. Ya, Tuhan! Seluruh bagian tubuhnya berdenyut menginginkan Jenna, seluruh pori-porinya seolah terbuka. Darah di nadi-nadinya mengalir deras ke seluruh tubuh, bergerak turun terus dan berkumpul di antara pangkal pahanya. Sialan! Kenapa gadis itu begitu manis? Manis? Ya, dan dari mana ia menemukan kata itu? Manis? Sesuatu yang berhubungan dengannya, cara pandangnya, segalanya terasa sangat gelap dan asing. Ia selalu berada pada garis abu-

