Jenna memperhatikan punggung Dalton saat pria itu bangkit dari atasnya dan berbalik badan. Otot-otot punggung pria itu bergerak di bawah cahaya lilin yang menari-nari, memperlihatkan bekas luka lama yang bersilangan dengan bekas cakaran baru yang ditinggalkan Jenna dalam kegilaan mereka beberapa jam lalu. Dalton bergerak seperti predator, dan itu membuat Jenna merasakan denyut-denyut nakal di bagian bawah perutnya lagi. "Jangan tinggalkan tempat ini, apa pun yang terjadi. Kau hanya perlu bersembunyi dan menungguku." "Aku tahu apa yang perlu kulakukan saat kau pergi." "Itulah untungnya memiliki kekasih yang cerdas dan pemberani." "Aku bisa menjaga diriku sendiri." Dalton berdiri, memandang Jenna dari atas dengan sorot mata posesif. "Meskipun kau bisa menjaga dirimu sendiri, tapi s

