“Visualisasi dekor yang kamu buat dari laptop pasti cantik, aku sudah bisa menebaknya,” kata Ishana dengan menoleh kepada Tristan yang tengah memberikan aba-aba tentang penempatan dekorasi agar terlihat megah. “Klien juga menyukainya, mereka mengatakan bahwa tidak ada celah dan ini jauh lebih bagus dengan dekorasi yang mulanya mereka pilih.” Ishana bergerak sesuai perintah dari Tristan, begitu pula yang lainnya. Hampir beberapa menit berlalu ketika mereka bekerja sama dengan satu komando yang berasal dari Tristan. Setelah keringat membanjiri tubuh mereka, mereka memilih untuk beristirahat sejenak lalu meneguk minuman dingin yang diantarkan oleh pelayan atas permintaan Freya. Sambil meletakan salah satu tangannya di pinggang, Ishana menggerakan dagunya ke arah Tristan yang sedang mengac

