Keesokan paginya, Tristan sedang mengambil pakaian untuk berganti baju bertepatan dengan Andre yang langsung masuk ke kamar si lelaki yang memang tidak dikunci. Tristan menyadari kehadiran Andre dari langkah kaki dan aroma tubuh si pria, dia hanya meliriknya melalui sudut mata dan kembali mengabaikan keberadaan Andre. Tangan lelaki bertubuh tegap itu nampak meraba-raba beberapa pakaian sebelum menarik satu dan hendak meloloskannya etika. “Tristan,” panggil Andre yang berhenti dengan jarak sejengkal dari Tristan kemudian matanya menyipit, dengan jelas dia dapat melihat bekas kemerahan yang cukup lebar di punggung lelaki tersebut. Tristan bergumam pelan menjawab panggilan dari Andre lalu merapikan keliman pakaian yang dikenakan saat Andre kembali menyambung kalimatnya, dia bahkan lupa ap

