Mimpi apa Ishana semalam. Rasanya belum pernah Ishana mendapatkan perlakuan manis seperti ini dari Tristan. Dibantu memakaikan pelampung oleh Tristan. Lalu dituntun hingga Ishana duduk di samping Tristan. Memang boleh Tristan semanis ini? Masa bodo dengan sikap Tristan, pikir Ishana. Sekarang, Ishana hanya ingin menikmati momen-momen indah ini bersama Tristan tanpa memikirkan apapun lainnya. “Tristan,” panggil Ishana. “Ya,” jawab Ishana dengan lembut. “Berapa lama perjalanan kita untuk sampai Nusa Penida?” tanya Ishana. “Hm, mungkin sekitar 30 menit lagi sampai. Kenapa? Kamu lapar?” tanya Tristan kembali. “Eh—” Belum sempat Ishana menjawab, Tristan sudah beranjak terlebih dahulu meninggalkan Ishana. Sempat Ishana merasa bingung namun tidak bertanya. Karena tak lama Tristan telah kem

