Viona masih merasa takjub bahkan nyaris tak percaya, kalau Andre yang selama ini Viona kenal sebagai pria biasa-biasa saja, dengan semua kegombalannya, ternyata menjabat sebagai Direktur di sebuah perusahaan besar. Entah mengapa kini Viona semakin yakin kalau Andre adalah orang yang baik. Karena tidak pernah sekalipun dalam pertemanan Andre membahas, apalagi membanggakan dirinya, hanya untuk membuat pertemanan mereka semakin akrab. Billy menggertakkan giginya, rahangnya juga mengeras, dan tangannya mengepal kuat, karena menahan kesal. Tapi apa daya, Billy sudah mati kutu! Tidak ada yang bisa Billy lakukan lagi untuk menjatuhkan harga diri Andre di sana. Bahkan dia telah kalah telak! “Ayo, kita pergi!” Andre memilih mundur. Ia menyeret kasar Regina, tunangannya, untuk pergi bersamanya.

