“Ya Tuhan, semoga tidak terjadi hal buruk dengan Tristan,” gumam Ishana dengan raut wajah cemas. Kakinya terus terayun, melangkah ke arah parkiran. Wajahnya bahkan sudah terlihat begitu cemas karena kabar yang dia terima. Ya Tuhan, kenapa bisa-bisanya aku tidak tahu mengenai alergi Tristan. Seharusnya kamu bertanya dulu dengan Andre, Ishana. Kalau kamu bertanya lebih dulu, kejadian kali ini tidak akan pernah terjadi, batin Ishana, terus menyalahkan diri sendiri. Dalam hati, dia merasa begitu bersalah karena sudah membuat masalah untuk Tristan. Niat hati ingin membuat pria itu terkesan, tetapi nyatanya malah menyebabkan malapetaka. Ishana semakin mempercepat langkah, sesekali berlari kecil. Dia ingin segera ke rumah sakit dan melihat kondisi Tristan. Hatinya benar-benar tidak tenang karen

