"Katanya luka kecil dan ringan, terus kenapa merintih begitu! Dasar pembohong!" Ara merasa gemas dengan Louise, jadi dia dengan sengaja menekan lukanya, hanya menekan biasa dan tidak kencang, bahkan bisa dibilang dia hanya menyentuh perutnya. "Pfftt, iyah, iyah. Maafin aku yah, tapi sekarang kita baik-baik saja. Jadi, daripada kamu marah lebih baik sini kasih aku hadiah, biar aku bisa cepat sembuh," kekeh Louise sembari menepuk-nepuk ranjang rumah sakit tempatnya berbaring. Dia sengaja melakukannya agar, Ara tidak menangis lagi dan menenangkannya. "Dasar modus!" ucapnya. Namun, Ara tetap menghampiri Louise dan berbaring di sana bersama Lousie. Terbilang sempit untuk digunakan oleh dua orang, tetapi terasa nyaman dan hangat. Lebih nyaman disaat dia berada di ruang inapnya tadi. "Terima

