"Ra?! Buka pintunya aku mohon, Sayang. Buka! Apa kamu baik-baik saja?" lirihnya begitu pilu. Disaat dia hendak mendobrak pintu tersebur, tiba-tiba terdengar sebuah suara kecil, tapi, tetap dapat dia dengar. Ceklek Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Louise menarik gagang pintu dan langsung masuk ke dalam sana. Saat Louise masuk, dia dikejutkan dengan kondisi Ara. Tengkurap di atas lantai dengan satu tangan, tangan kanannya mengarah ke arah pintu. Mungkin karena tadi Ara membuka kunci pintu. "ARA!" teriak Louise dan langsung membalik tubuh Ara. Saking paniknya, Louise tidak dapat berpikir dengan jernih. Seharusnya dia langsung membawa Ara ke rumah sakit, tapi pikirannya dipenuhi oleh rasa khawatir pada Ara. Dia tidak memikirkan yang lain, selain kekasihnya. Tiba-tiba saja pikirannya m

