"Sshhh, kamu tidak bodoh, Sayang. Kamu hanya butuh waktu. Yang kamu lakukan saat ini sudah lebih dari cukup, kamu hebat," ucapnya lembut sembari membelai kedua pipi Ara. "Jadi, sekarang tersenyumlah. Jangan memasang wajah sedih seperti ini terus, nanti yang lain akan khawatir, Sayang." "Kamu benar." Ara berpikir yang dikatakan oleh Louise benar. Dia sudah berusaha dan melakukan yang terbaik. Jadi, dia tidak boleh berkecil hati dan menjadi lemah. Dia harus kuat, demi orang-orang yang selalu ada disisinya dan mendukungnya. Jika dia lemah, dia akan semakin membuat ayahnya, sahabat-sahabatnya dan Louise menjadi lebih khawatir akan dirinya. Dia harus kuat demi mereka semua. "Good girl! Itu baru pacarku!" kekeh Louise yang mendapat tatapan tajam dari Ara. "Jadi, kalau aku tidak seperti itu,

